Selasa, 27 Desember 2011

AGROFORESTRY

Agroforestry adalah penggunaan lahan terpadu yang memiliki aspek sosial dan ekologi, dilaksanakan mwlalui pengkombinasian pepohonan dengan tanaman pertanian atau ternak baik secara bersama-sama ataupun bergiliran.





Pada dasarnya agroforestri terdiri dari tiga komponen pokok yaitu kehutanan, pertanian & peternakan, di mana masing-masing komponen sebenarnya dapat berdiri sendiri-sendiri sebagai satu bentuk sistem penggunaan lahan. Penggabungan tiga komponen tersebut menghasilkan beberapa kemungkinan bentuk kombinasiyaitu :
Agrisilvikultur : Kombinasi antara komponen atau kegiatan kehutanan (pepohonan, perdu, palem, bambu, dll.) dengan komponen pertanian.
Agropastura : Kombinasi antara komponen atau kegiatan pertanian dengankomponen pemetakan.
Silvopastura : Kombinasi antara komponen atau kegiatan kehutanan denganpemetakan.
Agrosilvopastura : Kombinasi antara komponen atau kegiatan pertanian dengan kehutanan dan peternakan/hewan.
Dari keempat kombinasi tersebut, yang termasuk dalam agroforestri adalah Agrisilvikutur, Silvopastura dan Agrosilvopastura. Sementara agropastura tidak dimasukkan sebagai agroforestri, karena komponen kehutanan atau pepohonan tidak dijumpai dalam kombinasi.






Jenis Agroforestri 
Sistem agroforestri sederhana adalah suatu sistem pertanian di mana pepohonan ditanam secara tumpangsari dengan satu atau lebih jenis tanaman semusim. Pepohonan bisa ditanam sebagai pagar mengelilingi petak lahan tanaman pangan, secara acak dalam petak lahan, atau dengan pola lain misalnya berbaris dalam larikan sehingga membentuk lorong/pagar.
Sistem agroforestri sederhana ini juga merupakan campuran dari beberapa jenis pepohonan tanpa adanya tanaman semusim. Contoh: Kebun kopi biasanya disisipi dengan tanaman dadap atau kelorwono sebagai tanaman naungan dan mengikat struktur tanah dari erosi.
Bentuk agroforestri sederhana ini juga bisa dijumpai pada sistem pertanian tradisional. bentuk ini muncul karena untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari karena adanya kendala dari alam. Contoh, Kelapa yang di tumpang sarikan dengan tanaman padi pada sawah rawa.

Sistem agroforestri kompleks, adalah suatu sistem pertanian menetap yang melibatkan banyak jenis pepohonan baik yang sengaja ditanam maupun yang tumbuh secara alami pada sebidang lahan dan dikelola oleh petani yang mengikuti pola tanam dan ekosistem dan menyerupai hutan. oleh karena itu sistem ini dapat pula disebut sebagai agroforest
Bentuk, fungsi, dan perkembangan agroforest dipengaruhi oleh berbagai faktor ekologis dan sosial antara lain :
1. Sifat dan ketersediaan sumber daya di hutan.
2. Arah dan besarnya tekanan manusia terhadap sumber daya hutan,
3. Organisasi dan dinamika usaha tani yang dilaksanakan,
4. Sifat dan kekuatan aturan sosial dan adat istiadat setempat,
5. Tekanan penduduk dan ekonomi,
6. Sifat hubungan antara masyarakat setempat dengan ‘dunia luar’,
7. Perilaku ekologis dari unsur-unsur pembentuk agroforest,
8. Stabilitas struktur agroforest, dan
9. Cara-cara pelestarian yang dilakukan.